Saya bukan Ashura, bukan pula Kali, ataupun Shiwa. Tangan saya hanya dua, palet di tangan yang satu dan kuas di tangan yang lain. Di depan saya terpampang kanvas yang masih setengah jadi. Semakin diingat semakin bertambah tekanan -atau yang kita kenal sebagai stress- dan inilah faktanya: 2 dari 8, kanvas yang sudah digarap… Tinggal 2 minggu lagi sebelum tugas dikumpulkan. Mampukah?

Seandainya saya Ashura pun, mungkin belum tentu tugas-tugas itu dapat terselesaikan dengan lebih cepat. Memiliki banyak tangan membutuhkan kemampuan koordinasi syaraf yang ekselen, you know? Ah… lupakan hal itu, saya cukup bersyukur diciptakan Allah ‘hanya’ memiliki dua lengan. Alhamdulillah. Yang dapat saya lakukan sekarang adalah memaksimalkan tangan yang cuma dua itu.

Studio Lukis, Gedung FSRD ITB lt2, tempatku duduk terpaku sendiri… ya, sendiri. Tengah malam seperti ini, hanya ada diriku di ruang yang penuh sesak dengan ratusan kanvas, baik yang sudah selesai digarap, setengah selesai, masih polos, atau yang tinggal ram-nya saja. Bau cat minyak, linsed oil, terpentin, dan bauku sendiri (hehe..) berbaur dalam suatu kepaduan komposisi… Ngomong-ngomong, sebenarnya studio tidak boleh digunakan selain pada waktu yang telah ditentukan. Jadi, menginap di studio merupakan hal yang dilarang (meskipun kami selalu melanggarnya). Ngomong-ngomong lagi, untuk apa saya membuang waktu menulis di sini?? Lebih baik segera memulai berkarya kembali…