STALK!
November 5, 2007
STALK!
to STALK berarti to PURSUE STEALTHILY atau dalam bahasa Indonesia berarti menguntit, membuntuti; mengikuti secara diam-diam (sembunyi).
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata di atas mengingat semakin maraknya kriminalitas di pelbagai pelosok dewasa ini. Barangkali kita pun pernah mengalami sendiri – baik sebagai pelaku maupun korban – perisistiwa yang lazim disebut sebagai penguntitan ini.
Yah, memang penguntitan IDENTIK dengan kriminalitas jika dilihat dari kacamata masyarakat umum. Menurut mereka, secara garis besar, penguntitan itu adalah perbuatan seorang maniak, menteror seseorang, membuntutinya sampai rumah, lalu melakukan hal seperti***, dan***, juga***.
Namun ada baiknya kita tinjau dari beberapa perspektif, sebagaimana tabel di bawah ini, mengenai contoh-contoh peristiwa penguntitan dan siapa saja yang terbiasa melakukannya.
|
PELAKU |
KORBAN |
TUJUAN |
|
· preman pasar |
· ibu-ibu kaya |
· mencari tahu rumah si korban agar bisa dirampok di kemudian hari · menunggu saat yang tepat untuk menjambret; atau memperk*sa; atau melakukan hal-hal lain yang dapat terpikirkan oleh si preman |
|
· polisi |
· buronan · bandit · dll |
· mengetahui markas besar para penjahat · mengumpulkan bukti kejahatan |
|
· maniak |
· siapa saja |
· menteror korban · memuaskan nafsu pribadi · melampiaskan dendam/ amarah · iseng-iseng berbahaya |
Yah, banyak profesi – entah itu legal, tak legal, baik, atau tak baik – yang menuntut seseorang untuk menguntit orang lainnya. Sebaliknya, banyak pula profesi yang mengharuskan seseorang untuk berkelit dari kuntitan orang lain. Agar Anda dapat sukses menguntit atau sukses tidak terkuntit, Anda harus memahami seluk-beluk penguntitan dan hal-hal yang terselubung di balik itu…
TRIK-TRIK MENGUNTIT
· Hilangkan hawa keberadaan (saya tidak begitu tahu gimana caranya, mungkin Anda bisa bertanya ke ahli tenaga dalam).
· Kenali korban, setiap orang memiliki naluri kewaspadaan yang berbeda-beda. Orang yang naluri kewaspadaannya kuat memiliki radius kewaspadaan yang luas.
· Berbaur dengan lingkungan, pahami teori kamuflase. Posisikan dirimu di luar jangkauan radius kewaspadaan korban. Optimalkan benda-benda sekitar untuk bersembunyi dan mengintai.
· Waspadai elemen sekeliling, kaca toko ataupun spion mobil dapat membongkar pengintaian Anda dalam sekejab.
· Selalu memposisikan diri pada sudut mati pandangan korban, jaga jarak secara konstan dan jangan terlalu jauh sehingga Anda dapat kehilangan jejak korban.
· Ubah persepsi tentang menguntit, menguntit tak selalu harus mengikuti dari belakang. Bisa saja kita mendahului korban, mengawasi dari depan, sehingga kemungkinan kehilangan jejak mengecil.
TRIK-TRIK AGAR TAK DIKUNTIT
· Tingkatkan kewaspadaan, asah naluri dan insting Anda agar dapat merasakan ‘nafas’ benda-benda sekeliling.
· Perluas sudut pandang, dengan sesekali menengok kanan-kiri sewaktu berjalan dan sesekali melirik ke belakang maka Anda sudah memperkecil sudut mati Anda.
· Latih fisik Anda! Ketika Anda yakin kalau ada seseorang yang sedang membuntuti Anda, maka cara terbaik mengatasi ini adalah dengan menghilangkan diri dari pandangan penguntit, bisa dengan berbaur ke keramaian, atau bergerak tiba-tiba (berlari) secepat mungkin menjauh dari jangkauan penguntit…
· Selanjutnya jangan ragu untuk melaporkan pada pihak yang berwenang^^
Setelah kita memahami seluk-beluk penguntitan, ada baiknya kita juga mengerti efek dari penguntitan. Yang paling menerima efek buruk tentu saja adalah korban (dalam kasus-kasus penguntitan umum). Selain memungkinkan korban untuk menderita trauma psikologis seperti rasa tak aman, susah tidur, sering mimpi buruk, dll, penguntitan juga bisa menyebabkan trauma fisik, khususnya bagi kasus penguntitan yang disertai kekerasan. Penguntitan juga bisanya terjadi secara kontinuitas, berulang-ulang. Oleh sebab itu bagi yang memang tidak memerlukan, JANGAN sekali-kali mencoba untuk menguntit orang, apalagi teman sendiri! Sebab, selian menguntit dapat menimbulkan adiksi, efek negatifnya jelas dapat merugikan orang yang dikuntit.
Kata mutiara hari ini:
“Semua orang mendambakan surga, tapi tak ada yang mau pergi ke sana saat ini juga.”
February 27, 2009 at 9:06 pm
I read some of your diaries
I think you’re such sensitive person
however, goodluck 4 u!