Kisah Hidup Komikus (1) “Kepuasan Terbesar Bagi Seorang Komikus”
November 16, 2007
“Kepuasan Terbesar Bagi Seorang Komikus…”
Sekilas terbayang saat-saat pertama saya membuat komik. SMA kelas 2, seorang teman sekelas saya mengenalkan saya tentang dunia komikus. Beliau adalah orang yang saya hormati sampai sekarang dan menginspirasi saya untuk menjadi seorang komikus juga. Melihatnya membuat komik, saya jadi tertarik untuk ikut-ikutan, “Sebenarnya bagaimana sih rasanya membuat komik…”
Sepertinya teman saya ini sudah terbiasa membuat komik, sejak SMP sudah berkarya. Maka tidak sulit baginya untuk membuat suatu tema untuk komik dan mengembangkan ceritanya. Sedangkan bagi saya yang masih amat pemula tentu saja bingung ingin membuat komik seperti apa. Karena saya senang membaca komik-komik petualangan fantasi dan senang pula memainkan game-game rpg, maka saya juga ingin membuat komik seperti itu. Namun cerita yang saya buat rasanya garing dan biasa. Oleh karena itu saya merasa harus mencari tema yang menarik.
Entah dari mana ilhamnya, akhirnya saya memutuskan untuk membuat komik cerita fantasi dengan tokoh-tokohnya adalah teman-teman sekelas sendiri. Kemudian dimulailah pembuatan komik sederhana dengan kualitas gambar yang seadanya (baca: jelek) dengan hanya memakai pensil saja di lembar-lembar A4. Inti cerita komik itu adalah pertarungan dengan genre humor dari tokoh-tokoh yang ajaib:
- ada raja culun namun sangat kuat
- ada penyihir super sakti yang jadi pemimpin pemberontak
- ada agamawati yang sangat pintar da menguasai white magic
- ada tukang pos super yang bisa terbang seperti superman
- ada petani fungky yang irrasionably strong
- ada manusia hewan yang menjaga hutan (ini tokoh saya^^)
- ada pemusik yang menguasai ilmu-ilmu tendangan seperti Sanji
- ada summoner yang menyegel bermacam monster langka dalam tube-nya
- ada valkyrie utusan langit yang mengendarai kecoak raksasa yang selalu gagal menertibkan negeri semrawut itu
- dan banyak lagi karakter-karekter lainnya yang lucu-lucu, unik dan menarik (total 48 karakter sesuai jumlah murid di kelas)
Di luar dugaan ternyata komik saya ini cukup laris di kelas dalam arti banyak yang membacanya. Setiap hari bahkan ada teman yang selalu menanyakan “Mana halaman barunya?” Akhirnya dalam dua semester di kelas 2, saya berhasil merampungkan 2 seri komik fantasi.
- Final Fiesta
Fiesta terakhir… hehehe, nama kelas kami 2.3 adalah Fiesta dan merupakan kelas 2.3 terakhir sebelum berganti nama menjadi XI.3, jadinya cocok, deh^^
Komik ini menceritakan tentang pemberontakan di negeri Fiesta dan perang antara Rebellion Force melawan Raja yang (ceritanya) lalim.
- Tales of Fiesternia
Kisah penduduk Fiesta… merupakan cerita petualangan rakyat Fiesta untuk menyelamatkan gadis-gadis cantik Fiesta yang diculik Ratu Iblis
Saat itu saya menyadari, ternyata melihat orang-orang tersenyum membaca komik saya terasa begitu membahagiakan bagi saya. Saya rasakan kesulitan dan kelelahan untuk membuat gambar kemudian menatanya dalam panel hilang dalam sekejab dan tergantikan dengan senyum dan tawa tulus dari orang-orang yang membaca komik saya. Bahkan teman saya yang juga komikus itu pun memuji komik saya meskipun gambarnya jauh lebih bagus daripada gambar saya.
Oleh karena itu sempat terlintas di pikiran saya saat itu kalau saya ingin menjadi seorang komikus saja. Namun karena gambar saya masih jelek dan masih bersekolah, saya punya kewajiban untuk menuntaskan sekolah dulu dengan serius (meskipun pada akhirnya saya menghabiskan hari-hari saya dengan membuat komik)
Saat ini saya merenungkan,
Kepuasan terbesar seorang komikus adalah ketika komiknya dapat membuat orang yang membacanya puas. Komikus bertugas menghibur hati orang. Masa-masa SMA dulu, tidak sulit untuk merasakan hal ini mengingat konsumen saya adalah teman-teman saya sendiri.
Namun, ketika kelak nanti saya sudah menjadi seorang komikus profesonal yang karyanya diterbitkan dan memiliki pembaca di mana-mana. Akankah saya dapat meilhat wajah-wajah bahagia itu lagi dengan mudahnya? Ataukah saya akan tenggelam ke jurang ketamakan dan hanya memikirkan uang saja?
kata mutiara hari ini:
“Sepandai-pandainya tupai melompat kalau dia capek pasti akan jalan juga”