I’m Game Over –rapor merah saya–
February 15, 2008
Yah, kehidupan memang ibarat roda. Kadang ada di atas, kadang ada di bawah. Kadang bisa copot (!), sehingga kita harus mengganti “kehidupan” baru.
Begitulah, tampaknya semester kemarin merupakan semester terburuk dalam kehidupan saya bukan hanya dari sisi akademik saja, melainkan dari berbagai aspek kehidupan secara keseluruhan.
Mari kita jabarkan satu per satu apa saja itu, hmm…
Pertama adalah Akademik,
Tiga mata kuliah hancur, euy. Ada mata kuliah yang dapat D, yakni Estetika II. Duh, ini benar-benar memalukan. Soalnya mata kuliah ini sebenarnya mata kuliah tingkat 4, dengan kata lain saya mengambil ke atas, tapi… hehehe… begini nih gara-gara sok pintar. Dan alasan dapat D-nya pun benar-benar, hmm… gimana ya bilangnya? Begini, gara-gara keseringan begadang, eh waktu UAS saya malah ketiduran di asrama. Tidak ikut UAS gara-gara tertidur, hmm… ini hal paling memalukan bagi mahasiswa ITB.
Ada dua mata kuliah yang dapat E. Yang satunya kuliah Seni Monumental. Yang ini mah karena saya sering bolos dan tidak mengumpulkan tugas. Mata kuliah kedua yang juga dapat E, dan ini benar-benar menjatuhkan harga diri saya sebagai (calon) komikus adalah kuliah “Komik”. Alasannya sama, tidak mengumpulkan tugas. Dikasih”T” sama dosennya lalu jadi “E”.
Walah, walah… ada apa gerangan saya yang katanya suka membuat komik ini justru mendapat nilai parah pada kuliah komik sendiri? Padahal katanya pria bernama Heru ini punya riwayat akademik yang ngga jelek-jelek amat dan dikenal –gosipnya– lumayan pintar.
Kedua, Proyekan yang terbengkalai…
Ceritanya karena kekurangan uang untuk membeli cat minyak, rencananya sih pengin saya mencoba cat minyak dengan kualitas yang bagusan dari pada Marie’s yakni Winton, oleh karena itu saya menerima proyekan membantu teman dengan membuat ilustrasi untuk buku klub ilmiah sebanyaka lebih kurang 120 halaman seharga Rp 350 000,- Namun ternyata proyekan tak terselesaikan, kuliah pun berantakan.
Ketiga, keorganisasian yang juga tebengkalai…
Saya ikut unit PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) yang agenda rutinnya adalah mentoring setiap Ahad (hari minggu) dan lain-lain. Namun semester kemarin, saya hampir tak pernah ikut mentoring sama sekali. Ini benar-benar pengkhianatan terhadap amanah, hiks dosa saya. Alasannya pun karena keseringan begadang, saat hari Minggu pagi saya benar-benar mengantuk. Saya pun merasa sangat bersalah pada tim media PAS yang beranggotakan saya. Saya terlalu sering kabur dari tugas-tugas tim media, karena beribu alasan. Imbasnya semester ini saya tidak terdaftar sebagai anggota aktif, apakah dikeluarkan? Duh, sayang sekali jika dikeluarkan dari organisasi yang menarik dan menyenangkan ini. Tapi secara logis, mereka pastinya tidak membutuhkan anggota yang lemah komitmen seperti saya…
Keempat, Asrama Salman…
Yayaya, inilah akibat IP saya semester terakhir di bawah 2.76, saya (istilahnya) tereliminasi dari asrama. Yang sangat disesalkan adalah Asrama Salman adalah tempat yang kondusif untuk membenahi diri karena hidup bersama orang-orang yang dekat dengan Quran, pandai dan aktif dalam dakwah kampus. Posisi Asrama Salman punsangat strategis, selain terletak pada komplek Masjid, juga berada langsung di depan kampus ITB. Dengan kata lain dekat dan ekonomis, termasuk bermacam fasilitas yang gratis.
Saat ini saya pun terpaksa mencari kosan baru….dan kehilangan segala kelebihan yang bisa diperoleh dari tempat kondusif itu.
Kelima, kesialan…
Yah…ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Ketika saya sedang menghibur diri lantaran stress dengan bermain PS2 di rental…eh, dompet saya malah hilang. Raib bersama KTM, ATM, sejumlah uang saya dan uang orang lain, beberapa benda memori yang tersimpan rapi dalam dompet, serta beberapa kupon martabak….
Dari awal sebenarnya saya tahu permasalahan terbesar saya, yakni KEMALASAN. Yak, saya ingatkan bagi yang berbaik hati menyempatkan diri membaca posting keluhan ini. Kemalasan itu membalikkan peribahasa “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Pada awalnya memang menyenangkan, tidak mengerjakan kewajiban-kewajiban kita, tetapi ketika saatnya diminta pertanggung jawaban tiba, celakalah!! Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi saya dan bagi yang sempat membaca posting ini.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS 103:1-3)
Yeah, I’m game over now.
No..no..no, not that I give up right away, I mean the time to play arround is over. It’s the time to be serious.