“Heru Setiawan”
June 10, 2008
Ya, benar!
Heru Setiawan adalah nama saya. Nama yang diberikan oleh orang tua saya.
Ketika saya search di GOOGLE dengan kata kunci “Heru Setiawan”, yang muncul paling pertama adalah ini :
herusetiawan.com – Heru Setiawan Site
herusetiawan.com/ – 7k – Tembolok – Halaman sejenis
WOW!! Ternyata ada orang bernama sama dengan saya, cuma yang ini sepertinya udah sukses…sampai punya domain sendiri di http://herusetiawan.com
Tampaknya dia adalah seorang web developer, orang Indonesia tapi tinggal di Seattle, Amerika.
Gimana bisa?? Namanya sama persis cuma nasibnya beda!
Kemudian ada juga Heru Setiawan-Heru Setiawan lainnya mulai dari blog, konsultan kesehatan, kepala perusahaan ini, manajer itu, dll.
Di halaman kedua barulah ada Heru Setiawan yang memang “saya”, yang menuju ke blog wordpress saya.
Fyuuh…syukurlah ada! Mungkin karena saya pakai google Indonesia.
Saya lalu membuka google images kemudian melakukan pencarian dengan kata kunci yang sama dan yang muncul pertama kali adalah yang begini:
Heru Setiawan
{0><}0{>475 x 600 – 161k<0} - jpg
biznik.com
WOOW!! Lumayan ganteng, hahaha…setidaknya berapa tingkat di atas saya. Mungkinkah dia adalah si Heru yang web developer itu?
Kesimpulan yang saya dapatkan adalah:
- Nama saya cukup “pasaran”, banyak yang pakai.
- Biarpun nama sama, orangnya bisa beda…beda nasip dan segalanya.
Nama bukanlah hanya sekedar deretan huruf, tulisan. Di balik satu nama ada satu manusia, satu individu dengan segala kepribadiannya.
Nama adalah hal yang misterius.
Saya jadi berpikir, seandainya saya punya anak kelak…enaknya diberi nama apa, ya?
Bagaimana dengan Anda??
Apa nama yang Anda pilih untuk anak Anda? Nama yang bagaimana?
Yang bermakna dalam? Yang keren? Yang mudah dipanggil? Yang tidak pasaran?
Hehehehe…
terserah Anda
Tapi kalau bisa jangan diberi nama “Heru Setiawan”, hehehe, khususnya setelah membaca postingan ini. Soalnya di buku telepon Bandung saja, nama ini sudah ada setidaknya memenuhi satu halaman.
—————————————————————————————————————————————-
Sebentar lagi pulang kampung, LIBURAN nih…
June 10, 2008

hmm…
Mahasiswa ITB, biarpun cuma Seni Rupa, ada rasa bangga menyandang status itu…
setidaknya begitu dulu, waktu masih fresh-fresh nya jadi mahasiswa baru.
Tapi sekarang hal seperti ini sudah mulai hilang, jadi mahasiswa ITB bukanlah hal yang memang pantas untuk kita bangga-banggakan di depan orang lain…
Memangnya sebesar apa prestasi kita di ITB?
Berapa IP kita?
Berapa jumlah karya yang kita hasilkan selama di ITB??
Sejauh apa pikiran kita menjadi dewasa selama proses perkuliahan selama ini??
Sebaik apa hubungan kita dengan teman-teman, dosen, pegawai?
Sebaik apa kita membentuk jaringan??
Sudah punya bayangan setelah lulus mau jadi apa??
Apa rasa terima kasih kita untuk orang-orang yang membiayai kuliah kita?

Setelah tiga tahun di ITB, rasanya bodoh sekali jika masih tetap
“Hei! Saya mahasiswa ITB, loh!!”
padahal saya merasa belum banyak hal yang sudah saya lakukan…
Selama kuliah, harus menetap di Bandung…nge-kos. Kemudian menghabiskan waktu untuk main, begadang mengerjakan tugas, ngirit ketika bulan tua, dsb…
tapi sebentar lagi masa perkuliahan semester ini sudah akan habis.
Kalau beruntung, mulai Agustus nanti saya akan memulai tahun ke-empat saya di Institut ini.
Tapi untuk saat ini,
Liburan dulu deh 
ada banyak DVD RPG PS2 yang menunggu untuk saya tamatkan, hehehe…
—————————————————————————————————————————————-
Setidaknya…
June 10, 2008
Hehehe…setidaknya…
Beberapa waktu yang lalu pernah saya posting tentang “Rapot Merah Hersuw”, nih transkrip saya semester lalu… IP-nya nda parah banget, masih 2,57. Namun hal ini cukup untuk membuat saya harus mengundurkan diri dari Asrama, heh…
Sepanjang sejarah perkuliahan saya, yang katanya sih lumayan pintar, mungkin inilah IP terburuk saya, haha… Sempat saya tak berani melihat transkrip, baik melalui internet atau lewat TU…saya sudah tahu kalau nilai saya jelek cuma saya tak berani untuk melihatnya…
Mungkin berapa bulan baru akhirnya saya intip juga itu website akademik ol-ITB dan melihat transrip sampai puas,
dan …
(KRAAK!!),
ternyata memang jelek…
Untungnya masih ada mata kuliah yang nilainya OK…jadinya tertolong
Namun ternyata setelah saya perhatikan itu nilai, hmm….
Baru kali ini saya dapat NILAI se-KOMPLIT ini!!!
Lihat!! Dari A sampai E ada semua, hahahaha….
Memang, nilai kuliah itu tidak tergantung pintar atau tidaknya si mahasiswa melainkan dia itu rajin atau tidak…begitulah
Sepertinya buah dari kemalasan di beberapa mata kuliah membuat saya tidak bisa mendapat nilai baik,
Hehehe setidaknya, meskipun nda begitu baik (rata-rata teman saya IPnya diatas 3), tapi setidaknya ada “hal” yang bisa saya pamerkan dari transkrip saya semester lalu…
Dan semester ini pun sudah berakhir,
saya tidak mau dapat nilai se-KOMPLIT itu lagi, kalau bisa…
tapi apa iya bisa
?

