The Lone Me (1)
September 14, 2008
Salah satu alasan mengapa aku mengundurkan diri dari Asrama adalah karena aku merasa tidak bisa “nyambung” dengan mereka, para aktivis itu…
Hal-hal yang kusuka adalah komik dan RPG. Tentu saja hampir tidak ada di antara mereka yang bisa kuajak ngobrol tentang dua hal itu, terlebih RPG!
Bagi mereka, mungkin, main video game itu adalah “laghwu” alias perbuatan yang sia-sia. Di surat Al-Mu’minun juag disinggung, bukan? Salah satu ciri orang beriman adalah menjauhkan diri dari “laghwu” itu.
Jika mereka menganggap hobiku adalah “laghwu”, bagaimana aku bisa mengobrol dengan mereka?!
Hahaha… dalam hati aku tertawa. Inilah! Karena orang-orang seperti inilah, yang seenalnya meremehkan hobi orang lain, akhirnya saat ini dunia game di dunia dikuasai oleh orang-orang non-muslim!!!
Padahal apa mereka tahu potensi video game?!
Jika ada kesempatan, hampir setiap anak kecil sampai remaja di seluruh dunia pernah memainkan ini. Inilah salah satu lahan da’wah potensial yang saat ini belum tersentuh oleh intelektual muslim.
Alangkah senangnya jika suatu saat diriku memainkan sebuah RPG namun yang muncul bukanlah legenda-legenda Yahudi, Mesir kuno, atau yang lainnya, melainkan cerita yang Islami. Yak, RPG Islami…
Hah! Aku pasti kebanyakan berharap!
Sudahlah…
Rasanya nasib komik tidak begitu berbeda, hanya sedikit lebih baik.
Aku berterima kasih kepada MIZAN grup dan penerbit-penerbit lainnya yang mulai memopulerkan komik Islami ke masyarakat, bukannya seperti pihak-pihak yang terus-menerus mengatakan “menggambar makhluk hidup itu h***m!!!”
Begitulah, ketika di Asrama dulu diriku hampir tidak pernah ngobrol secara intens dengan saudara-saudara asrama yang lain. Bahkan salah satu dari mereka menyamakan “ngobrol” dengan “diskusi”. Bah! Menyebalkan!! Apa yang namanya ngobrol itu harus sesuatu yang serius?! Akhirnya akulah yang harus selalu mengikuti tema “obrolan” mereka. Kegiatan da’wah kampus lah, usrah lah, daurah ini, daurah itu, dan lain-lain.
Sebagian besar anggota asrama putri pun pasti tidak akan menyapaku ketika kami berpapasan di jalan…heh, aku memang kurang gaul.
Setidaknya dulu kupikir begitu…
Namun, ketika aku bersama dengan teman-teman SR-ku, yang nota bene satu jurusan denganku, ternyata yang kurasakan tiadk jauh berbeda.
Bahan obrolan mereka adalah kuliah ini lah, kuliah itu lah, pameran ini, seniman itu, dan semacamnya. Sulit sekali ketika aku mau mencari orang yang mau ngobrol denganku soal komik, soal RPG, apalagi soal murattal (satu-satunya hal Islami yang paling kusuka).
Bahkan teman-teman yang paling dekat denganku pun, sebut saja Zul, Arif, atau Danuh, hampir tidak begitu peduli soal komik dan RPG.
Mereka tidak membaca komik yang kubaca, tidak memainkan RPG yang kumainkan. Mereka juga pastinya tidak begitu tertarik dengan dunia murattal, bahkan Arif yang dulunya di pesantren. Dan kurasa mereka pun pastinya tak pernah membuka blog milikku ini, mereka bahkan tak tahu aku punya yang beginian. Hahaha…
Memang ada beberapa orang teman yang sedikit nyambung soal komik dan game, namun aku tidak begitu akrab dengan mereka. Huh..
Akhirnya karena aku jarang bisa membuka obrolan, kuputuskan untuk lebih banyak diam saja.
Aku adalah orang yang senang sendirian namun lebih menyukai kebersamaan dan kebersamaan ini lah yang semakin lama kurasa semakin hilang dariku…
Setelah kupikir memang benar:
“Hal yang paling menarik bagi seorang manusia adalah diri mereka sendiri”
Jadi, jika kita ingin berteman baik dengan orang lain, carilah apa yang mereka sukai. Masuklah ke dunia mereka. Bicarakan hal-hal tentang diri mereka jika mengobrol dengan mereka. Jika kita bicarakan hal tentang diri kita, mereka tak akan tertarik kecuali jika hal itu ada hubungannya dengan mereka…
Kita akan mereka anggap teman baik jika kita banyak tahu tentang mereka…
(bersambung, deh…)