ABSTRAK

KAJIAN ACTION-ADVENTURE MANGA : ANALISIS PENGGAMBARAN ADEGAN AKSI

Oleh

Heru Setiawan

NIM : 17005038

Sudah lebih dari tiga dasawarsa komik Jepang (manga) beredar di dunia perkomikan Indonesia dan mendominasi komik-komik asing lainnya (Amerika, Eropa, China, Korea) bahkan komik Indonesia sendiri. Adapun genre yang paling populer adalah action-adventure manga yang menjanjikan pembacanya petualangan-petualangan yang seru serta pertempuran dan aksi-aksi memukau. Komikus-komikus muda Indonesia yang terinspirasi dengan manga pun banyak yang membuat komik dalam genre ini. Tentunya keberhasilan manga dan genre action-adventure terjadi oleh sekian faktor-faktor penentu. Penulis mencoba menelitinya dalam karya tulis ini dengan menganalisa lima manga, yaitu “One Piece”, “Naruto”, “Full Metal Alchemist”, “Pluto”, dan “Yaiba”. Penulis mencoba untuk memahami bagaimana adegan-adegan aksi itu digarap dengan menganalisis kelima manga tersebut dengan menggunakan teori-teori tentang komik.

Unsur-unsur visual dari action-adventure manga antara lain: desain karakter, background, narasi dan balon kata, tata panel, sound effect, dan angle kamera. Pengolahan semua unsur itu dengan baik diperlukan untuk membuat action-adventure manga yang baik. Sayangnya banyak komikus-komikus muda Indonesia yang terinspirasi dengan manga hanya meniru luarnya saja, gaya gambar karakter! Padahal manga lebih dari sekedar itu.

Kata kunci : action-adventure manga, adegan aksi dan pertarungan, One Piece, Naruto, Full Metal Alchemist, Pluto, Yaiba, Scott Mc Cloud

ABSTRACT

STUDY OF ACTION-ADVENTURE MANGA : ACTION SCENES DRAWING ANALYSIS

Author

Heru Setiawan

NIM : 17005038

It’s been more than thirty years since Japanese comics (manga) has spread over in Indonesian comic world and has stood in domination above another foreign comics (such as America, Europe, China, and Korea) and even Indonesian comics themselves. The most popular genre of manga is action-adventure which gives its readers promising adventures, great fighting and fascinating actions. This made many young Indonesian comic artists become inspired so they want to create their own action-adventures comics. The success of manga and action-adventure genre was of course arisen depending on some factors. The author is about to study it in this research by analyzing five mangas, which are “One Piece”, Naruto”, “Full Metal Alchemist”, “Pluto”, and “Yaiba”. The author is trying to undertand how the action scenes were made by using theories of comics and analyzing the five.

The visual aspects from action-adventure manga are: characters design, background, narration and text box, framing, sound effects, and then camera angles. Fine compositing and arranging of these aspects are without doubt needed to produce fine mangas. Alas, many young Indonesian artists who were inspired by manga only imitate the very outer skin of manga: style of character design! Manga is deeper than that.

Keywords : action-adventure manga, action and fighting scene, One Piece, Naruto, Full Metal Alchemist, Pluto, Yaiba, Scott Mc Cloud

————————————————————————————–

Akhirnya beres juga karya tulis Seminar saya (^o^).

Yah… seperti yang bisa Anda lihat sendiri, topik seminar yang saya susun adalah perihal pengolahan visual pada penggambaran adegan-adegan aksi dalam komik.  Komik yang dibahas bagaimana pun terbatas pada lima judul komik Jepang saja, yang ber-genre action-adventure.

Jika ada yang tertarik dengan topik karya tulis yang saya bahas ini, saya akan senang hati memberikan Anda softcopy dokumennya yang lengkap.

Hubungi saya di alamat e-mail ini:

anepusing@yahoo.co.id

Mari…

Leave a Reply